INTERCEPT / KONSTANTA NEGATIF
Banyak sekali pertanyaan mengenai konstanta/intercept
negatif..apakah boleh or tidak dalam persamaan regresi. daripada ditanya terus,
maka saya buat artikel tersendiri mengenai hal ini.
Persamaan regresi y = a + bx + e dimana : a =
y-intercept; b = slope of the line; e = error term
dimana : a = y-intercept; b = slope of the line;
e = error term
CONTOH 1
Akan diuji mengenai pengaruh masa kerja bekerja (dalam
bulan) terhadap jumlah pulpen terjual (ceritanya ini adalah sales pulpen).
Rata-rata masa kerja dari 30 sampel adalah 6.4 bulan dan rata-rata penjualan
bulanan adalah 34. Melalui analisis selanjutkan diperoleh persamaan berikut :
Y = -0.7 + 5.5 (X)
Konstanta / Intercept (a) = – 0.7 (dibulatkan dari
-0.736)
Slope = 5.5 (dibulatkan dari 5.461)
Intepretasi :
- Slope : setiap kenaikan 1 bulan kerja, maka jumlah pulpen yang terjual adalah sebanyak 5.5 unit
- Intercept : Jika masa kerja adalah nol, maka jumlah pulpen yang terjual adalah – 0.7
Perhatikan interpretasi dari intercept yang tidak
masuk akal tersebut. Pertama, mengapa harus memprediksi jumlah pulpen terjual
jika karyawannya belum bekerja (masa kerja = 0).
Kedua, nilai slope nya positif, maka persamaan
regresinya cukup dibalik menjadi : Y = 5.5 (X) – 0.7 Jadi, jika masa kerja = 5
bulan, maka diperoleh persamaan Y = (5.5 * (5)) – 0.7 = 26.6 unit
CONTOH 2
Seorang peneliti ingin menguji pengaruh tinggi badan
(dalam centimeter) terhadap berat badan 30 orang siswa. Persamaan regresi
diperoleh adalah :
Y = – 2.75 + 0.38 (X)
Konstanta / Intercept (a) = – 2.75.
Slope (b)= 0.38
Slope (b)= 0.38
Interpretasi
- Slope : setiap kenaikan 1 centimeter siswa maka akan menaikkan berat badan sebesar 0.38 Kg
- Intercept : Jika tinggi badang bernilai konstan (nol), maka berat badan siswa adalah – 2.75
Komentar pada konstanta, sangat aneh jika dilakukan
interpretasi karena mana ada manusia yang tingginya NOL ??. Jadi ada
baiknya, konstanta negatif seperti ini diabaikan saja karena dalam banyak kasus
tidak masuk akal untuk diinterpretasikan.
Dengan demikian,..Jika Tinggi siswa 90 cm, maka berat
badan siswa adalah Y = 0.38 (90) – 2.75 = 31.45 Kg !!
CONTOH 3
Seorang peneliti ingin mengetahui berapa jarak lari
(dalam meter) berdasarkan lamanya waktu berlari (dalam detik) pada 100 siswa
SMA ABC.
Dari hasil analisis, diperoleh persamaan
Jjarak lari = -0.2 + 3.2 (waktu berlari dalam detik)
Interpretasi
- Nilai β1 sebesar 3.2 mengindikasikan bahwa ada penambahan 3.2 meter setiap kenaikan 1 detik berlari.
- Nilai β0 sebesar -0.2 mengindikasikan bahwa jika waktu adalah 0 maka jarak lari adalah – 0.2 meter
Komentar pada konstanta
Mengapa harus menginterpretasikan konstanta pada saat siswanya belum berlari (detik = 0) ??
Mengapa harus menginterpretasikan konstanta pada saat siswanya belum berlari (detik = 0) ??
Kesimpulan
- Konstanta negatif tidaklah menjadi persoalan dan bisa diabaikan selama model regresi yang anda uji sudah memenuhi asumsi (misal normalitas untuk regresi sederhana) atau asumsi klasik lainnya untuk regresi ganda. Selain itu, selama nilai slope tidak NOL maka tidak perlu memperdulikan konstanta negatif ini.
- Konstanta negatif umumnya terjadi jika ada rentang yang cukup jauh antara X (variabel independen) dan Y (variabel respon. misal X memiliki rentang nilai 1 – 8, sedangkan Y memiliki rentang nilai 100 – 200.
- Karena dasarnya regresi digunakan memprediksi Y berdasarkan nilai perubahan X, maka harusnya yang menjadi perhatian adalah X nya (slope), bukan nilai konstanta.
- Dalam berbagai kasus, intercept juga sering tdk masuk akan untuk diinterpreasi sehingga harus diabaikan seperti kasus2 yang saya uraikan di atas.
- Jika menggunakan SPSS, coba cek garis regresi menggunakan scatter plot untuk mengetahui posisi intercept
Rujukan Buku Yang Menjelaskan Tentang Intercept
Negatif
Dougherty, C. 2002. Introduction to econometrics. 2nd
ed. New York: Oxford University Press.
SUMBER :https://teorionline.wordpress.com/2014/06/24/konstanta-intercept-negatif-bagaimana/
SUMBER :https://teorionline.wordpress.com/2014/06/24/konstanta-intercept-negatif-bagaimana/