Tampilkan postingan dengan label Skripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skripsi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Januari 2015

Cara Cepat Buat Skripsi

Cara Cepat Buat Skripsi Skripsi merupakan salah satu syarat mahasiswa menjadi sarjana dan selalu dijadikan masalah oleh mahasiswa hingga terkadang studi mereka menjadi terlambat, alasan paling umum disebabkan karena kurangnya referensi, mempelajari buku secara manual susah karena tebal hingga 300 halaman, apalagi sampai mengutip dan menghafal buku rujukan yang nantinya akan menjadi statement ilmiah yang menguatkan mahasiswa dalam mempertahankan skripsinya saat ujian.. Berikut adalah 7 tips cara cepat buat skripsi untuk mengatasi masalah-masalah yang diungkap diatas :

  1. Ketahui Tujuan Anda.
  2. Hal awal yang sangat penting untuk anda ketahui adalah apa sebenarnya topik skripsi, tujuan anda dan bagaimana kira kira kesimpulan skripsi yang anda akan dapatkan, sebab jika anda tidak mengetahui maka dosen pembimbing tidak akan percaya terhadap apa yang anda tulis, dan ketika dosen pembimbing tidak percaya maka yang anda kerjakan semakin tidak fokus karena dosen pembimbing pasti melakukan intervensi tambahan dan pada akhirnya anda semakin bingung, tidak tahu kemana akan pergi. Akibat lain jika Dosen melihat kekaburan pada skripsi anda maka akan berakibat BAIK dan BURUK.
    BAIK bila dosen melihat skripsi anda kearah yang benar maka ia akan dengan senang hati membantu dan meluruskan kekurangan kekurangan dari skripsi anda.
    BURUK jika dosen melihat kekAburan yang tidak jelas terhadap apa yang anda ajukan maka anda pasti akan mendapat intervensi dan dikte, bahkan disuruh merubah topik lain jika apa yang anda ajukan usang, daN tidak memenuhi standar secara akademik.

  3. Gunakan Textbook Digital
  4. Pertama : Dengan digital book anda bisa membayangkan bagaimana mudahnya dari gadget atau otebook anda bisa dengan enjoy membaca texbook yang sangat tebal dan jika anda senang melakukannya maka pengerjaan skripsi anda akan jauh lebih cepat.
    Kedua : Sangat praktis, karena setiap kali ada kesempatan anda bisa membuka kembali mengintip texbook digital dan bisa memberikan inspirasi kepada anda.
    Ketiga : Dari sini anda banyak mendapatkan kutipan atau footnote untuk nantinya dijadikan sebagai sumber pustaka. Tapi sekali lagi bahwa anda sudah tahu kemana skripsi anda akan mengalir dan berakhir.
    Texbook manajemen terlengkap anda bisa mengunjungi www.manajemen-pemasaran.com

  5. Gunakan Fasilitas Search
  6. Anda tahu bahwa untuk menemukan satu frasa yang bisa mendukung statement anda dalam skripsi harus didukung sumber otentik dari tulisan ilmiah jika tidak mau dibilang mengarang bebas. Namun tidak mungkin kita membaca buku dimana 1 buku isinya sampai ratusan halaman. Ide paling sederhana yakni menggunakan search engine mencari kata kunci PDF READER misalnya dengan aplikasi ADOBE READER kemudian cari kata kunci yang anda inginkan. Anda harus mengumpulkan dulu FOOTNOTE dulu dari subyek yang anda baca.
    Dan anda tentunya tidak perlu mencari kata kunci pada texbook digital sampai begadang karena, melalui Adobe Reader anda bisa mencari kata kunci dimana kata kunci tidak perlu banyak di search, cukup misalnya RELATIONSHIP, nantinya Kata kunci tersebut akan bergabung dengan kalimat dalam 1 paragraf.
    Selanjutnya anda tinggal menekan ENTER lalu Mengkopy paragraf yang mengandung kata kunci pada microsoft word dan Jangan Lupa Catat Halaman dan identitas buku tersebut seperti pengarang, judul buku dan penerbit.

  7. Kumpulkan
  8. Setelah anda mendapatkan kata kunci kumpulan kata kunci dari pencarian cata sesuai klasifikasi buku beserta judul buku, halaman, pengarang dan peneribit. Setelah anda menemukan kata kunci perbuku maka anda harus mencatat atau mengkopy langsung di microsoft word sehingga nantinya jika dibutuhkan dengan mudah dapat di buka kembali. (Upayakan ringkasan 1 texbook disimpan dalam 1 file)
    Berikut contoh mengambil kutipan dan Footote dengan kata kunci GORDON

  9. Print dan Baca Ulang
  10. Jadi saatnya yang anda lakukan adalah memprint hasil pencarian dan membaca ulang. Namun yang perlu dipahami bahwa anda tidak perlu membaca buku yang terkadang 500 halaman Namun anda hanya akan membaca potongan – potongan tulisan yang sesuai dengan topik skripsi atau tesis anda yang merupakan Intisari dari buku tersebut. Dan hal ini bisa menghemat waktu anda untuk membaca hingga 50%.

  11. Mulai Tulis Skripsi
  12. Mulailah menulis skripsi anda, dengan melakukan comotan terhadap teks – teks yang relevan sambil membuat catatan kaki / tinjauan pustaka dan anda bebas berimprovisasi dengan sebaik baiknya. Gunakan waktu 2 jam perhari untuk menulis.

  13. Sempurnakan Isi Skripsi
  14. Setelah skripsi dan tesis anda sudah dirasa berbobot dengan siraman footnote maka pastikan kembali ke awal untuk menghindari skripsi anda melebar. Ingat Footnote hanya menguatkan anda bukan malah skripsi dan anda terbawa bawa dengan footnote.

Selasa, 06 Januari 2015

Cara Menulis Proposal BAB III Metodologi Penelitian

Cara Menulis Proposal BAB III Metodologi Penelitian

Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab metodologi penelitian paling tidak mencakup ; (1) Obyek Penelitian, (2) populasi dan sampel, (3) Instrumen Penelitian/Alat Pengumpulan Data, (4). Prosedur Pengumpulan Data, dan (5) Analisis Data, (6) Definisi Operasional Variabel. Pada BAB III Metode penelitian, jumlah halaman sekitar 15% s.d 20% BAB III, ini merupakan kelanjutan materi sebelumnya pada artikel Tinjauan Pustaka. Adapun sub sub Metodologi Penelitian adalah :

(1) Obyek Penelitian

Rancangan penelitian diartikan sebagai strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid yang sesuai sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Dalam penelitian experimental, rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkan peneliti untuk mengendalikan variabel-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel-variabel terikat. Pemilihan rancangan penelitian dalam penelitian experimental selalu mengacu pada hipotesis yang akan diuji.
Pada penelitian nonexperimental, bahasa dalam sub bab rancangan penelitian berisi penjelasan tentang jenis penelitian yang akan dilakukan ditinjau dari tujuan dan sifatnya;

(2). Populasi dan Sampel

Populasi adalah obyek/subyek yang mempunyai kualitas karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sedangkan sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi.

Sasaran penelitian terdiri dari seluruh anggota populasi, akan lebih cocok digunakan subyek penelitian, terutama dalam penelitian experimental. Dalam survai, sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut informan atau subyek tergantung pada cara pengambilan datanya.

Hal-hal yang dibahas dalam populasi dan sampel adalah (a) identifikasi dan batasan-batasan tentang populasi dan subyek penelitian, (b) prosedur dan teknik pengambilan sampel, serta (c) besarnya sampel.

(3). Instrumen Penelitian/Alat Pengumpulan Data Penelitian

Pada bagian ini dikemukakan instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti.

(4). Prosedur Pengumpulan Data

Bagian ini menguraikan : (a) Langkah-Langkah yang ditempuh (misalnya prosedural administrasi) dan teknik yang digunakan mengumpulkan data, (b) kualifikasi dan jumlah petugas yang terlihat dalam proses pengumpulan data, serta (c) jadwal waktu pelaksanaan penelitian.

Jika peneliti menggunakan orang lain sebagai pelaksana pengumpulan data, perlu dijelaskan cara pemilihan serta upaya mempersiapkan mereka menjalankan tugas.

(5). Analisis Data

Pada bagian ini diuraikan jenis alat analisis yang digunakan atau metode kuantitatif lainnya. Dilihat
Metodologi Penelitian
dari metodenya, ada dua jenis statistik yang dapat dipilih, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dalam statistik inferensial terdapat statistik parametrik dan statistik nonparametrik.
Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji. Oleh karena itu, yang penting untuk diperhatikan dalam analisis data adalah ketepatan analisisnya, bukan kecanggihannya.

(6). Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat atau variabel yang didefinisikan dan dapat diminati. Secara tidak langsung definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan atau mengacu pada bagaimana mengukur variabel.

Penyusunan definisi operasional variabel perlu dilakukan karena teramatinya konsep atau konstruk yang diselidiki akan memudahkan pengukurannya. Disamping itu, penyusunan definisi operasional memungkinkan orang lain melakukan hal yang serupa sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji oleh orang lain.

Cara Menulis Proposal BAB II Tinjauan Pustaka

Cara Menulis Proposal BAB II Tinjauan Pustaka

Sebelum mengajukan hipotesis, peneliti wajib mengkaji teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan. Bagian tinjauan pustaka berisi : (1) Hasil-hasil penelitian sebelumnya (terdahulu) ; (2) Landasan Teoritik ; (3) Kerangka pemikiran ; (4) Hipotesis Penelitian. Banyaknya jumlah Halaman untuk BAB II Tinjauan pustaka sebanyak 15 s.d 20 lembar. (Baca : Cara menulis daftar pustaka) Adapun Susunan Sub babnya sebagai berikut :
  1. Hasil-Hasil Penelitian yang relevan (Terdahulu)

    Akan lebih baik jika kajian teoritis dan telaah terhadap temuan-temuan penelitian didasarkan pada sumber kepustakaan primer, yaitu bahan yang isinya bersumber pada temuan penelitian.
    Sumber kepustakaan sekunder, misalnya jurnal, buku-buku teks dapat dipergunakan sebagai penunjang. Pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji didasarkan pada dua kriteria, yakni 1) prinsip kemuktakhiran ( kecuali untuk penelitian historis ) dan 2) prinsip relevansi. Prinsip kemuktakhiran penting karena ilmu berkembang dengan cepat.

  2. Landasan Teoritik
  3. Bahan – bahan kajian teoritis-pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, desertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar dan diskusi ilmiah, terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain.

  4. Kerangka Pemikiran
  5. Kerangka pemikiran disusun berdasarkan latar belakang masalah, ditunjang oleh teori-teori yang ada dan bukti-bukti empirik dari hasil-hasil penelitian terdahulu, maupun jurnal-jurnal yang relevan dengan masalah yang diteliti, kemudian dirumuskan dalam suatu kerangka pemikiran atau kerangka konseptual. Jika memungkinkan disusun dalam suatu model yang menggambarkan keterkaitan antar variabel, sehingga dapat dirumuskan suatu hipotesis.

  6. Hipotesis
  7. Berdasarkan kerangka pemikiran penelitian, maka dirumuskan hipotesis penelitian. Tidak semua penelitian memerlukan hipotesis penelitian. Penelitian yang bersifat eksploratoris (penjelasan) dan deskriptif (gambaran) tidak membutuhkan hipotesis. Oleh karena itu, hipotesis penelitian tidak harus ada dalam skripsi. (Baca Kelanjutan BAB III Metodologi Penelitian
    Urutan dan susunan BAB II sangat tentatif, tergantung dari kebijakan Perguruan Tinggi Bersangkutan.

Cara Menulis Proposal BAB 1 Pendahuluan

Skripsi

Cara Menulis Proposal BAB I Pendahuluan

Propsal Penelitian adalah sebuah konsep rencana pra penelitian yang akan dilakukan oleh mahasiswa untuk mempersiapkan berbagai prosedur yang akan dilakukannya pada saat meneliti. Proposal Penelitian umumnya terdiri dari 3 BAB yaitu BAB I Pendahuluan, BAB II Tinjauan Pustaka dan BAB III Metodologi Penelitian. BAB I PENDAHULUAN ini pada dasarnya memuat (1) Latar belakang Masalah, (2) Rumusan Masalah, (3) Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Ruang Lingkup Penelitian. Jumlah Halaman untuk BAB Pendahuluan antara 5 - 10% dari jumlah halaman keseluruhan. Penjelasan masing masing sub sebagai berikut : (Lihat disini: Cara membuat proposal penelitian)

(1). Latar Belakang Masalah.

Latar belakang masalah adalah bagian I dari BAB Pendahuluan Didalam bagian ini dikemukakan BAB Pendahuluan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan baik kesenjangan teoritik (Gap Researc) maupun kesenjangan praktis (Gap Fenomena) yang melatar belakangi masalah yang diteliti. Didalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori, hasil-hasil penelitian, kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Dengan demikian, masalah yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh.


(2). Rumusan Masalah.

Rumusan masalah adalah bagian II dari BAB Pendahuluan hendaknya disusun secara singkat, padat, jelas dan sebaiknya dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut, dan subjek penelitian. Selain itu rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris, dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan.

(3). Tujuan Penelitian .

Tujuan Penelitian adalah bagian III dari BAB Pendahuluan yang Mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu kepada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya. Masalah penelitian dirumuskan dengan menggunakan kalimat tanya, sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan.

(4). Manfaat Penelitian.

Manfaat Penelitian adalah Bagian ke IV dari bab Pendahuluan dimana bagian ini ditujukkan manfaat penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, uraian dalam sub bab kegunaan penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dari uraian dalam bagian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan

(5). Ruang Lingkup Penelitian

Ruang Lingkup yang ke V adalah bagian ke V dari BAB Pendahuluan, dan Yang dikemukakan pada bagian ruang lingkup adalah hanya variabel-variabel yang diteliti, serta indikator-indikatornya. (Lihat Kelanjutan BAB II Tinjauan Pustaka)

Sabtu, 03 Januari 2015

Kesenjangan Antara Harapan dan Kenyataan

Kesenjangan Antara Harapan dan Kenyataan

Pada artikel saya sebelumnya menguraikan bahwa rumusan masalah sebaiknya menerangkan adanya gap fenomena yang terjadi sehingga rumusan masalah dapat dirumuskan dengan baik. dan berikut gambaran contoh sebuah penelitian yang dilakukan pada Bank BNI

Contoh Gap Fenomena

Gap-Fenomena
Fenomena menarik yang terjadi pada perbankan menunjukkan bahwa nasabah setelah membuka tabungan di Bank BNI kembali membuka tabungan di Bank lain (Suraidah, 2011). Permasalahan ini juga dihadapi oleh Bank BNI Cabang Kota Kendari karena nasabah setelah membuka tabungan di Bank BNI kembali membuka tabungan pada Bank lain. Hal ini mengakibatkan sebagian pangsa pasar Bank BNI Kota Kendari telah direbut oleh Bank lain. Tantangan lain yang dihadapi oleh manajemen Bank BNI Cabang Kota Kendari adalah penilaian indeks pelayanan Bank BNI Kendari bila diurutkan dengan rata-rata indeks pelayanan 58 outlet BNI yang tersebar di Sulsel, Sulbar, Sultra, Ambon, Papua dan Papua Barat hanya berada diposisi ke 43 (Sumber : Info BNI 2013).

Penjelasan Gap Fenomena

Gap fenomena diatas menerangkan bahwa pada dasarnya banyak nasabah bank bni juga membuka rekening pada bank lain. Penilaian indeks layanan Bank BNI juga mengalami penurunan, dan hal ini mengindikasikan bahwa nasabah BANK bni kurang puas terhadap layanan bank bni sehingga KETIDAKPUASAN ini menyebabkan nasabah TIDAK LOYAL.

Penjelasan Rumusan Masalah

Dari gap tersebut memunculkan masalah bahwa adanya nasabah yang membuka rekening ke bank lain setelah membuka rekening pada bank BNI dikarenakan nasabah kurang puas terhadap layanan yang oleh pihak Bank BNI, dan akibat ketidakpuasan itu menyebabkan nasabah tidak loyal. peneliti mencoba membuat rumusan masalah untuk memecahkan masalah tersebut, untuk melihat pengaruh dari variabel Kepuasan, Variabel Kepercayaan dan Variabel Loyalitas.

Rumusan Masalah

1. Apakah Kepuasan Nasabah berpengaruh Terhadap Loyalitas pada Bank BNI ?
2. Apakah Kepercayaan Nasabah Berpengaruh terhadap Loyalitas pada Bank BNI ?
3. Apakai Kepuasan dan Kepercayaan Berpengaruh Terhadap Loyalitas ?

Jumat, 30 Agustus 2013

Struktur Penulisan Skripsi Lengkap

Struktur Penulisan Skripsi Lengkap Struktur Penulsan skripsi dapat di kelompokkan menjadi 3 (tiga) bagian yakni isi bagian, awal, isi bagian inti dan isi bagian akhir. Adapun struktur penulisan skripsi lengkapnya sebagai berikut :

1. Isi Bagian Awal

Isi bagian awal penulisan skripsi terdiri atas : Halaman Sampul, Halaman Judul, Halaman Persetujuan, Halaman Pernyataan, Abstrak, Kata Pengantar, Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, dan Daftar Lampiran.

a) Halaman Sampul
Halaman sampul berisi: Judul secara lengkap, kata skripsi, nama dan nomor pokok mahasiswa (NPM), dan diikuti dengan nama lengkap Perguruan Tinggi, Jurusan, Dan waktu (tahun) lulus ujian.

b) Halaman Persetujuan Pembimbing
Halaman persetujuan pembimbing adalah Halaman persetujuanyang memuat persetujuan dari pembimbing I dan Pembimbing II

c) Halaman Pernyataan
Halaman pernyataan adalah halaman yang memuat tentang pernyataan mahasiswa bahwa penelitian yang dilakukan adalah benar benar asli, bukan dari hasil ciplakan

d) Abstrak
Abstrak harus ditulis dalam bahasa indonesia. Dalam teks abstrak disajikan secara padat inti sari skripsi, yang mencakup: nama mahasiswa, tahun, judul skripsi dan nama pembimbing tanpa gelar. Latar belakang tujuan penelitian, permasalahan penelitian, metode penelitian, peralatan analisis, hasil-hasil yang diperoleh, kesimpulan, dan saran yang diajukan.

e) Kata Pengantar
Dalam kata pengantar dicantumkan ucapan terima kasih penulis yang ditujukan kepada orang-orang, lembaga, organisasi, atau pihak-pihak lain yang telah membantu dalam mempersiapkan, melaksanakan, dan menyelesaikan penulisan skripsi.

g) Daftar Isi
Didalam halaman daftar isi dimuat judul bab dan judul sub bab yang disertai dengan nomor halaman tempat pemuatannya didalam teks.

h) Daftar Tabel
Halaman daftar tabel memuat nomor tabel, judul tabel, serta nomor halaman untuk setiap tabel. Judul tabel harus sama dengan judul tabel yang terdapat didalam teks

i) Daftar Gambar
Pada halaman daftar gambar dicantumkan nomor gambar, judul gambar, dan nomor halaman tempat pemuatannya dalam teks. Judul gambar yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal.

j) Daftar Skema
Pada halaman daftar skema dicantumkan nomor skema, judul skema, dan nomor halaman tempat pemuatannya dalam teks. Judul skema yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal.

k) Daftar Lampiran
Daftar lampiran memuat nomor lampiran, judul lampiran, serta halaman tempat lampiran itu berada. Judul lampiran yang memerlukan lebih dari satu baris diketik dengan spasi tunggal.

2. Isi Bagian Inti

Bagian inti dari skripsi terdiri dari lima bab, yaitu pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Metode Penelitian, Hasil Penelitian, dan Pembahasan, dan Kesimpulan dan Saran. Jumlah halaman bagian inti minimal 50 ( lima puluh ) halaman. Rincian isi dari masing-masing bab diuraikan pada pembahasan berikut.

a) Bab 1 Pendahuluan (5-10%)
Pendahuluan adalah bab pertama dari skripsi yang mengantarkan pembaca untuk dapat menjawab pertanyaan apa yang diteliti, untuk apa dan mengapa penelitian itu dilakukan. Oleh karena itu, bab pendahuluan ini pada dasarnya memuat (1) Latar belakang Masalah,
(2) Rumusan Masalah, (3) Tujuan Penelitian, (4) Manfaat Penelitian, (5) Ruang Lingkup Penelitian.

b) Bab II Tinjauan Pustaka (15-20%)
Sebelum mengajukan hipotesis, peneliti wajib mengkaji teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan. Bagian tinjauan pustaka berisi : (1) Landasan Teoritik ; (2) Hasil-hasil penelitian sebelumnya ; (3) Kerangka pemikiran ; (4) Hipotesis Penelitian.

(c) Bab III Metode Penelitian (15 – 20%)
Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab metode penelitian paling tidak mencakup ; (1) Obyek Penelitian, (2) populasi dan sampel, (3) Instrumen Penelitian/Alat Pengumpulan Data, (4) Prosedur Pengumpulan Data, dan (5) Analisis Data, (6) Definisi Operasional Variabel.

(d) Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan ( 40 – 55% )
Dalam penelitian yang menguji hipotesis, laporan mengenai hasil-hasil yang diperoleh sebaiknya dibagi dalam tiga bagian besar. Bagian pertama : Gambaran Umum ( maksimal 5 halaman ); bagian kedua berisi uraian tentang deskripsi data; bagian ketiga memuat uraian tentang hasil pengujian hipotesis; bagian keempat berisi pembahasan hasil.
(1) Gambaran Umum (5%)
(2) Deskripsi variabel
(3) Pengujian Hipotesis
(4) Pembahasan

e) Bab V Kesimpulan dan Saran-Saran (5 – 10%)
Pada bagian bab ini dimuat dua hal pokok, yaitu kesimpulan dan saran-saran :
(a) Kesimpulan
(b) Saran-saran

3. Isi Bagian Akhir

Hal-hal yang perlu dimasukkan kedalam bagian ini adalah yang mendukung atau terkait erat dengan uraian yang terdapat pada bagian inti. Isi pada bagian akhir adalah
(a) Daftar Pustaka;
(b) Lampiran – Lampiran.